Keutamaan Infak di Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

- 2 April 2024, 21:05 WIB
Ilustrasi, memberikan zakat, infak dan sedekah. /pixabay/.
Ilustrasi, memberikan zakat, infak dan sedekah. /pixabay/. /

PR JATIM - Di bulan Ramadan, sepuluh malam terakhir dianggap sangat istimewa dan memiliki nilai spiritual yang tinggi bagi umat Islam.

Salah satu malam dalam sepuluh malam terakhir ini adalah Lailatul Qadr, malam yang di dalam Islam dianggap lebih baik dari seribu bulan.

Karena keutamaannya itu, banyak umat Islam meningkatkan ibadah dan amalan mereka di sepuluh malam terakhir Ramadan dengan harapan mendapatkan keberkahan dan kemuliaan Lailatul Qadr.

Baca Juga: Benarkah PDIP Mau Gabung Koalisi Khofifah di Pilgub Jatim 2024? Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Buka Suara

Infak, atau memberikan harta kepada yang membutuhkan sebagai bentuk amal, adalah salah satu amalan yang dianjurkan untuk dilakukan sepanjang bulan Ramadan, dan lebih-lebih lagi dalam sepuluh malam terakhir ini.

Dilansir dari laman Baznas, Infak dalam konteks sepuluh malam terakhir Ramadan memiliki beberapa keutamaan, antara lain:

1. Pahala Yang Berlipat:

Memberikan infak di bulan Ramadan, terutama di sepuluh malam terakhir, dipercaya dapat membawa pahala yang berlipat ganda.

Ini karena keutamaan waktu tersebut dan semangat untuk mencapai kebaikan yang lebih banyak di bulan suci.

Baca Juga: Jersey Baru Timnas Indonesia Jadi Polemik, Shin Tae-yong Tak Mau Ambil Pusing, Tetap Fokus di Piala Asia U-23

 

2. Mencari Lailatul Qadr:

Melakukan infak di sepuluh malam terakhir Ramadan dipandang sebagai usaha untuk mencapai keberkahan Lailatul Qadr.

Sebagaimana hadits yang mengatakan amalan kebaikan di malam itu lebih baik daripada seribu bulan, infak diharapkan membawa dampak yang luar biasa dalam kehidupan seseorang, baik di dunia maupun di akhirat.

 

3. Membersihkan Harta dan Jiwa:

Infak juga merupakan cara untuk membersihkan harta dan jiwa, mengurangi keserakahan, dan membantu memfokuskan diri pada nilai-nilai spiritual.

Di bulan Ramadan, dan lebih khusus di sepuluh malam terakhir, aktivitas memberi menjadi sarana untuk membantu membersihkan hati dan fokus pada esensi ibadah.

Baca Juga: Profil Coach Justinus Lhaksana: Sang Pengamat Sepak Bola yang Mengkritisi Jersey Timnas Indonesia

 

4. Menolong Orang yang Membutuhkan:

Ramadan adalah bulan solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.

Dengan melakukan infak di sepuluh malam terakhir, kita bisa membantu mereka yang membutuhkan, memperkuat tali persaudaraan antar umat Islam dan manusia umumnya.

Bagi umat Islam, meningkatkan ibadah seperti shalat tarawih, tilawah Al-Qur’an, doa, dzikir, dan tentunya infak dan sedekah di sepuluh malam terakhir Ramadan adalah cara untuk mengambil bagian dalam spiritualitas yang mendalam dari bulan suci ini.

Melakukan hal-hal ini dengan ikhlas diharapkan akan membawa keberkahan dan rahmat yang melimpah, tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat.***

Editor: Ainur Rofik


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah