Amalan I'tikaf: Mendekatkan Diri kepada Allah di 10 Malam Terakhir Ramadan

- 3 April 2024, 09:05 WIB
Tausiah itikaf di Masjid Raya Bandung (17/04/2023), ngeunaan profesi tempat pepelakan urang di alam dunya nu hasilna alaeun di aherat jaga.
Tausiah itikaf di Masjid Raya Bandung (17/04/2023), ngeunaan profesi tempat pepelakan urang di alam dunya nu hasilna alaeun di aherat jaga. /Nanang S/Galura

PR JATIM - Amalan I'tikaf, sebuah tradisi ibadah yang dilakukan dalam 10 malam terakhir Ramadan, memiliki keutamaan yang besar dalam agama Islam.

Rasulullah Muhammad SAW menjadi teladan dalam melaksanakan amalan ini, dengan tingkat khusyuk yang luar biasa.

Riwayat menyebutkan bahwa Rasulullah SAW begitu mendalam dalam i'tikaf hingga bekas lumpur dan air terlihat pada dahinya, menunjukkan kesungguhan dan ketulusan dalam beribadah.

Baca Juga: Siapa Nathan Tjoe-A-On yang Masuk Timnas Indonesia U-23? Berikut Profil dan Biodatanya

I'tikaf, secara harfiah, berarti mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tradisi ini melibatkan berdiam diri di masjid selama periode tertentu, dengan tujuan untuk mencari kekhusyukan dalam ibadah dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Rasulullah SAW sendiri menghabiskan malam-malam terakhir Ramadan dengan intensitas ibadah yang tinggi, memperpanjang shalat malam, berzikir, membaca Al-Quran, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.

Dalam praktiknya, i'tikaf bukan hanya sekedar berdiam diri di masjid, tetapi juga melibatkan amalan-amalan lain yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca Juga: Nathan Tjoe-A-On Masuk Skuad Timnas, Inilah Daftar Lengkap 28 Pemain Indonesia Di Piala Asia U-23 Qatar 2024

Beberapa anjuran yang diberikan kepada umat Muslim dalam menjalankan iktikaf 10 hari terakhir Ramadan 2024 antara lain:

  1. Memperpanjang Shalat Malam: Meningkatkan intensitas shalat malam, baik secara individual maupun berjamaah di masjid.

Halaman:

Editor: Ainur Rofik


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x