Mahasiswa Ubaya Ciptakan Produk Inovatif Tactus untuk Anak-anak Disabilitas Netra

- 3 April 2024, 14:17 WIB
Seorang mahasiswa Program Studi Desain Manajemen Produk di Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya Ubaya, Alicia Secsionia Chandana, telah menciptakan produk inovatif bernama Tactus,
Seorang mahasiswa Program Studi Desain Manajemen Produk di Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya Ubaya, Alicia Secsionia Chandana, telah menciptakan produk inovatif bernama Tactus, /PR Jatim/

PR JATIM - Seorang mahasiswa Program Studi Desain Manajemen Produk di Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (Ubaya), Alicia Secsionia Chandana, telah menciptakan produk inovatif bernama "Tactus". Produk ini dirancang khusus untuk mempermudah anak-anak disabilitas netra dalam melakukan aktivitas makan secara mandiri. Demonstrasi penggunaan Tactus dilakukan kepada salah satu siswa tuna netra dari SLB A YPAB Surabaya, Locita Aulia Hadi Azzahra pada Rabu, 3 April 2024.

Tactus merupakan satu set alat makan yang terdiri dari piring, sendok, dan garpu. Keunikan produk ini terletak pada penggunaan huruf braille sebagai tanda alat makan dan jenis makanan. Alicia menjelaskan bahwa ide ini muncul karena meningkatnya jumlah penyandang disabilitas netra di Indonesia yang membutuhkan perhatian khusus.

"Keterbatasan ini membuat mereka tidak dapat beraktivitas secara mandiri terutama saat kegiatan makan, terlebih jika penyandang berusia anak-anak. Oleh karena itu, Tactus hadir untuk melatih anak-anak disabilitas netra sejak dini dalam aktivitas makan agar nantinya mereka dapat makan secara mandiri," ungkapnya.

Baca Juga: Pencanangan Tahap Awal Program P2HAM di Jawa Timur: Komitmen Menuju Implementasi yang Nyata

Tactus dibuat dari material kayu jati yang kokoh dan tahan lama. Dengan ukuran piring memiliki diameter 20cm dan tinggi 5cm, sedangkan sendok dan garpu memiliki panjang 12cm dan tebal 2cm. Pada sisi luar piring terdapat huruf braille sebagai penanda jenis makanan seperti lauk, sayur, nasi, dan buah. Huruf braille juga terletak pada pegangan sendok dan garpu sebagai penanda nama alat makan agar tidak tertukar. Selain itu, produk ini juga memenuhi standar food grade sehingga aman digunakan untuk makanan.

Alicia memulai proses pembuatan Tactus sejak menempuh semester 5 kuliahnya. Seluruh proses, mulai dari pengembangan ide, sketsa, studi model, proses produksi, hingga branding produk, membutuhkan total waktu sekitar satu tahun. Namun, untuk pembuatan produknya sendiri, dibutuhkan waktu sekitar dua bulan. Tantangan terbesar dalam proses ini adalah mencari pengrajin yang mampu membantu mewujudkan produk sesuai desain, terutama dalam memahat huruf braille di permukaan produk.

Alicia berharap, Tactus tidak hanya membantu anak-anak disabilitas netra di Indonesia dalam meningkatkan kemandirian aktivitas makan, tetapi juga mengedukasi masyarakat untuk menghilangkan pandangan buruk terhadap penyandang disabilitas netra. Ia juga berharap, produk ini dapat dikenal oleh masyarakat Indonesia hingga mancanegara. Dengan inovasi seperti Tactus, diharapkan semakin banyak anak-anak disabilitas netra yang dapat menikmati kehidupan secara lebih mandiri dan nyaman.***

Editor: Budi W


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x